Senin, 23 Maret 2026

ship ship ship siapa hendak naik~

Ternyata postingan selanjutnya lebih cepat rilis daripada yang saya duga hehehe. Tanpa banyak bacot kita mulai sesi curhatan lainnya (di hari yang sama ini).

Setelah sesi curhatan sedih, saya mau bahas sesuatu yang mengganjal di diri saya. Sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa saya merasa sangat bahagia juga bangga karena, ternyata, saya bisa berkomunikasi dengan salah satu penulis favorit saya yang karyanya telah menemani masa remaja saya hingga sekarang. Mbak esti. Sungguh saya gak menyangka bisa memberi pendapat bahkan saya bisa bertanya-tanya kapan ata pacaran sama saya Bukan! Bukan itu pertanyaan saya wkwkwk



Sebagimana yang kita ketahui, dari postingan di blog ini. Saya pernah bilang bahwa saya ngefans banget sama salah satu karakter di novel CEWEK!!! bernama Langen. Apakah sudah berubah? Tentu tidak, dia tetap jadi karakter favorit saya, tapi sekarang nambah dua karakter lagi yaitu Fani dan Tari. Fani adalah karakter dari novel CEWEK!!! dan Still... (sekuel cewek) sedangkan Tari adalah karakter utama, pusat dari dunia Ari, di novel berseries Jingga series. Ketiga cewek itu menurut saya sangat keren, mereka feminis, pintar, kuat, mandiri dan keren banget lah pokoknya ♡ sekebon!

Meski, jujur, dulu saya lebih suka langen ketimbang Fani tapi saya pun tersadar bahwa Fani ini karakter yang sangat menarik, sangat.... manusiawi.

Fani ini adalah gadis yang manis, jika kita merujuk pada sinopsis yang beredar sudah jelas terpampang bahwa Fani cewek yang manis tapi berjiwa pemberontak. Di novel cewek yang fokus di ceritanya tentang gender war karakter-karakter ceweknya memang punya personaliti tersendiri.


Langen digambarkan sebagai cewek cantik, berambut ikal berantakan seperti rambut sang diva dunia beyonce duaarrrr (referensi meme) serius rambut Langen itu ikal berantakan, ngembang dan gak mau dia sisir. Tapi itu lah salah satu pesona Langen, dia juga memiliki warna kulit kuning langsat, stylenya bold dengan jemari penuh cincin juga pusar bertindik. Dari penggambarannya saja kita tau langen adalah karakter cewek yang keren banget, pemberani sekaligus menawan.

Febi, sang gadis bangsawan jawa ini tidak banyak deskripsi yang tertera. Yang bisa kita bayangkan saat membaca buku itu adalah febi ini ayu, anggun, lemah lembut, sangat wanita sekali. Atau kalau saya boleh menambahkan dengan kasar, Febi ini adalah produk partiarki. Bagiamana tidak? Febi memaafkan Rangga yang berani berselingkuh, berpacaran dengan gadis lain bersamaan dengan dia memiliki hubungan dengan Febi, dia memaafkan dan menerima Rangga semudah itu! Kita sebagai perempuan normal pasti bakal marah dan gak sudi kan balikan lagi sama Rangga? Tapi Febi malah memaafkan Rangga dengan dalih, apa yang Rangga lakukan itu sebenarnya hal yang normal. Laki-laki sudah biasa untuk tidak setia. Dari jaman dulu Laki-laki punya banyak istri juga selir. Begitulah alasan Febi si eyang yang terlalu bucin itu (bucin: budak cinta) Yang bikin saya gondok!


Sedangkan Fani, gadis cantik yang manis banget nan menggemaskan ini digambarkan berkulit putih yang kemerahan jika terkena panas dan capek, juga matanya berwarna cokelat. Dia anak tunggal kaya, kedua orang tuanya bekerja kantoran hingga Fani merasa dirinya gak perlu berhemat karena dia selalu "kebanjiran uang" (good for you fan! Saya iri! Saya bilang!) Dan dari secuil deskripsi itu kita mengetahui bahwa Fani adalah sosok gadis yang manis sekaligus feminis. Ini yang membuat beberapa pembaca merasa bahwa Bima (pacar Fani) cocok sama Langen, karena Langen pemberani dia pasti bisa melawan Bima meskipun Fani feminis. Bagi mereka Fani masih terlalu penurut dan penakut. Jadi secara logika, menurut beberapa orang tersebut, Langen cocok sama Bima...


Sang penulis, Esti Kinasih, memang bilang bahwa yang bisa menghadapi Bima itu ya Langen, karena Langen lebih pemberani ketimbang Fani apalagi Febi. TAPI kalau mereka jadi pasangan maka ceritanya akan sangat panjang. Mengalahkan sinetron yang dulu kejar tayang di stasiun tv swasta. Panjang bukan karena cerita cinta mereka yang mesra dan intense, tapi karena seringnya mereka ribut dan gak ada yang mau ngalah satu pun! Memangnya kalau kita baca cerita seperti itu kita akan tahan? Kalau saya sih... tidak. Kalau saya mau membaca cerita super panjang maka plot ceritanya harus yang romance, smut fluff whatever yang penting no drama berat soalnya drama real life aja udah berat wak~

Dan dari dulu saya berpikir Bima dan Langen itu tidak lah cocok karena mereka terlalu sama. Terlalu dominan. Kalau ada pembaca yang ingin melihat pasangan seperti Bima dan Langen, kalian bisa membaca novel series Jingga dari Esti Kinasih. Karena menurut beliau, Ari dan Tari itu adalah Bima dan Langen versi tidak ekstrim. Tuh kurang dikasi nikmat apalagi? Jadi daripada minta mbak esti untuk buat lanjutan cewek dan still mending baca jingga series! 🧡


Lagipun Bima sudah sama Fani, bahkan mereka berdua yang menikah duluan ketimbang Rei dan Langen juga Rangga dan Febi. Darimana saya tau soal ini???? Ya karena saya bertanya langsung kepada penulisnya. Saat itu saya iseng bertanya "kak diantara ketiga pasangan itu siapa yang menikah duluan?" Dan jawabannya:


Gak nyangka ya? GAK NYANGKA TAPI NYANGKA JUGAAAA. Maksud saya, saya tau Bima dan Fani setelah balikan lagi (di buku still...) tuh bakalan lovey dovey banget! Tapi gak nyangka Bima dan Fani menikah secepat itu!


Pas Bima lulus kuliah, bima dapat pekerjaan di kilang minyak lepas pantai. Dan karena dia mau pergi dengan tenang Bima pun mengajak Fani menikah 😭 oh my god! Kapal saya berlayar hingga ke pelaminan! Mana menikah muda pula, sesuatu yang saya gak duga karena saya pikir Fani mau mengejar cita-citanya menjadi eksekutif muda dengan gaji dua digit. Tapi itu lah namanya cinta, kalau sudah dirasa she/he is the one dan sudah sanggup, yakin, untuk menempuh hidup bersama ya laksanakan saja ♡


Jawaban ini ada karena saya bertanya, awalnya meminta izin untuk membuat cerita fanfic yang terinspirasi dari cerita karya Esti Kinasih. Lalu saya dengan tidak tau malu meminta pencerahan dan pendapat atau inspirasi terkait fanfic yang akan saya buat. Karena saya mau membuat cerita tentang Fani dan Bima setelah novel still... tamat. Dan itu lah jawaban yang diberikan oleh sang penulis asli, yang saya anggap canon karena berasal dari pemikiran sang penulis. Jadi stop buat berpikir yang tidak-tidak soal pasangan ini!


Hubungan Bima dan Fani ini memang diawali dengan cara yang salah, jadi terkesan hubungannya tidak sehat. Tapi ini fiksi dan Bima juga sudah berubah. Dia berubah bukan hanya karena patah hati ditinggal Fani, tidak hanya itu pemicunya. Juga karena Bima telah melihat sendiri nasib para cewek yang sempat berhubungan sama dia, yang menjadi korban dari tindakan egoisnya, yang hidup dan hatinya rusak karena Bima. Bima sudah melihat itu, sudah merasa menyesal setengah mati dan akhirnya berusaha untuk memperbaiki diri.


Salah satu ulasan yang pernah saya baca mengatakan bahwa tobatnya Bima itu terlalu cepat. Bahkan mengatakan bahwa Fani mengalami Stockholm syndrome dimana hal itu menurut saya kelewatan. Itu penilaian yang terlalu serius dan harus didasarkan fakta yang sayangnya ini hanya fiksi dari novel remaja yang rilis di tahun 2005. Anggaplah saya bias, karena saya merasa Fani tidak terpaksa atau terkena Stockholm syndrome. Karena saya hanya berpikir simpel, Fani bisa saja sudah menyukai bima dari dulu tapi tertutup sama rasa sebal dan takut karena tindakan Bima yang ekstrim. Pada saat Fani dikecewakan oleh Ferry, Fani seperti tersadar selama berhubungan dengan Bima dia tidak pernah diperlakukan seperti apa yang Ferry lakukan padanya. Itu trigger yang membuat Fani menyadari perasaannya. Kenapa kita tidak menilai seperti itu alih-alih langsung melabeli Fani sebagai orang yang memiliki Stockholm syndrome. Itu kan terlalu rumit, terlalu dark untuk sebuah kisah romansa fiktif. Tapi saya mencoba menghargai pendapat pembaca yang lain itu meski hati dan otak saya menolak pendapat tersebut.

Kenapa saya sampai segininya sama karakter fiksi???? Ya saya memang stress, siapa juga yang gak akan stress kalau jadi masyarakat yang dijajah sama orang-orangnya sendiri, juga karena novel Esti kinasih itu yang telah menemani saya dari masa pra remaja yang masih clueless hingga menjadi dewasa muda hingga ke remaja jompo seperti sekarang ini. Karakter-karakter seperti Bima dan fani ini lekat membekas di hati dan ingatan saya. Bagi saya saat selesai membaca buku mereka, hidup mereka sudah bahagia untuk selamanya. No more ujian, no more drama just be happy ever after. Makanya saat ada yang memberi komentar yang jelek saya merasa defensif, saya berusaha berpikir apa benar seperti itu? Apa harus seperti itu? Lalu saya kepikiran... kenapa tidak saya tanyakan langsung ke penulisnya, karena beliau lah yang omongannya lebih bisa kita anggap canon ketimbang aku rasa~ logikanya~ kayaknya~ 
Dan... jawaban itu lah yang muncul, dan saya yakini sebagai true ending, bahwa Bima dan Fani akhirnya menikah, meski menikah muda mereka menunda untuk memiliki anak, kemudian mereka punya anak, anak cewek yang akan membuat Bima faham betapa bahagia dan takutnya memiliki anak cewek (karena Bima takut anaknya akan disukai atau disakiti sama buaya) dan mereka akan bahagia untuk selamanya ♡ 

Jadi yuk stop menekan penulis untuk membuat cerita lanjutan ketika ceritanya sudah bagus dengan ending seperti itu. Tidak perlu diperpanjang dengan banyak drama toh lebih baik memikirkan hal-hal remeh tapi membahagiakan. Seperti ini:



Fani dan sisi feminisnya. Siapa bilang Fani bukan feminis seperti langen? Fani juga feminis dan bukan cewek bucin t0lol yang gak pakai nalar sama sekali.



Dan lucunya bima setuju untuk mengikuti keinginan fani. Ini menunjukkan bahwa Bima sekarang bukan si paling pembuat keputusan tunggal, Bima yang sekarang sudah bisa mengalah, sudah bisa berunding dan menghormati pilihan juga pendapat Fani. 


Bonus, ini penjelasan mbak esti (padahal saya ngomong sama beliau pakai kak esti 😭 maaf udah kebiasaan) penjelasan terkait visual bima. Jadi bima itu ganteng atau..... 


Tinggal digabungin sama deskripsi visual Bima maka kamu akan temukan jawabannya 😁 wkwkwkwk.... Jadi bagaimana? Apa kalian mau naik kapal Bima dan Fani yang akan berlabuh ke pelaminan ini bersama saya? Karena saya akan membuat fanfic tentang mereka, tentu tidak akan sebagus tulisan penulis aslinya, namun setidaknya saya sudah mencoba. Tapi jangan tanyakan kapan rilisnya yaaa 😭 *kaburrrr* 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar