Rabu, 22 Januari 2014

Kenangan Lama (Bagian 1)

WARNING! POSTINGAN INI BERISI CURHATAN HATI PEMILIK BLOG. BILA ANDA TIDAK INGIN MELIHAT POSTINGAN BERISI CURHATAN TOLOL HARAP SEGERA MENINGGALKAN POSTINGAN INI. KERUSAKAN MATA TIDAK DITANGGUNG PEMILIK BLOG. TERIMA KASIH.



Jaman waktu dulu pas saya masih alay...




Holla!!! apa kabar?! Selamat tahun baru semua *telat*, dan juga selamat satu tahun blog ku tersayang!!! 
Akhirnya bisa juga ngeposting lagi diblog setelah sekian lama. Asal tahu saja selama saya nggak buka blog banyak banget pemikiran-pemikiran cemerlang yang pingin saya tuangkan disini, sayang pas saya buka laptop tu pikiran sudah melayang kemana-mana, hilang terbawa mimpi...
Dibulan pertama tahun 2014 ini saya sudah mengalami perubahan yang cukup drastis. Bagaimana dengan kalian? apakah ada perubahan yang terjadi pada diri kalian ditahun 2014 ini? belum? kasihan deh lo *plakk. Baytheway anyway busway, saya dan keluarga turut prihatin untuk bencana yang akhir-akhir ini melanda di berbagai daerah di Indonesia. Bencana ini, khususnya bencana banjir, harus kita ambil hikmahnya. jangan suka BUANG SAMPAH SEMBARANGAN! Saya lihat di televisi jakarta ini kalinya masih banyak sampahnya, warga masih suka buang sampah disana, alasannya karena ditempat tinggal mereka tidak ada tangki pembuangan, harusnya pemerintah jangan berfokus pada proyek yang berbiaya besar saja, lakukan pencegahan yang sederhana dulu, seperti menyediakan tempat sampah dipemukiman warga. Kemudian berhentilah menebang pohon sembarangan untuk membuat perumahan dan kepentingan pribadi lainnya. Perumahan mewah itu buat apa kalau hanya menjadikan bencana? Pohon itu sangat penting untuk hidup kita, untuk bumi kita. Jadi kalau ingin kita selamat, selamatkan dulu bumi kita! 
Baiklah kembali fokus ke postingan, sesuai judul saya mau membahas tentang kenangan lama. Kenangan lama, mau yang baik ataupun buruk kalau dikenang tetap saja menyenangkan. kadang kalau saya mengingat masa lalu saya suka cekikikan sendiri kikikiki, apalagi kenangan masa sekolah, aduh tambah cekikikan deh. Oleh karena itu saya mau membahas kenangan saya waktu SMP dan SMA, kenapa nggak SD sekalian? nggak ah itu ntar saja yaaaa~ Dipostingan ini akan penuh dengan curcolan jadi kalau nggak mau baca ya jangan baca.






WAKTU SMP... 
Setelah saya lulus dari SD swasta yang super mahal itu, saya melanjutkan ke SMP negeri yang ada didekat rumah nenek saya. Karena saya berasal dari SD yang berbeda dari anak-anak disitu maka dihari pertama masuk saya tidak punya teman. Bingung sendiri, benar-benar nggak kenal satupun. Kecuali Wulan, anak manis berambut lurus panjang yang saya kenal waktu pendaftaran, sisa nya saya nggak kenal. Bahkan gara-gara perbedaan itu lah (anak-anak lain pakai seragam putih merah-saya pakai putih-putih dengan dasi hijau) saya jadi sasaran kakak-kakak pengurus MOS (Masa Orientasi Siswa). Saya masih ingat kakak senior waktu itu manggil saya dengan "eh kamu yang pakai dasi hijau, sini maju kedepan!", padahal saya sudah semaksimal mungkin untuk tidak mencolok = Duduk dibagian belakang dengan kepala ditundukkan. MOS waktu SMP bisa dibilang neraka, karena waktu SD kan kita gak ada ya yang namanya gituan, jadi menurut saya pengalaman dikerjain kayak gitu, disuruh pakai topi tani, disuruh ngumpulin tanda tangan kakak senior, digodain kakak senior, bawa barang-barang yang namanya aneh dan sebagainya sungguh sangat menegangkan dan melelahkan! Akhir dari MOS itu adalah persami (kalau tidak salah), karena waktu itu pengalaman berkemah pertama buat saya jadi saya agak norak, bawa barang banyak banget kayak bukan mau kemah tapi kayak mau pindah rumah. Mungkin karena baru pertama kali berkemah dan jauh dari rumah saya jadi terkena homesick. Muka saya pucat karena menahan tangisan, kakak-kakak kelas malahan ngira saya ini lagi sakit padahal saya takut (dasar anak mama!!!) Hari pertama kemah sebenarnya menyenangkan, saking menyenangkannya saya dan grup saya jadi susah tidur sampai-sampai kakak senior yang jaga didekat tenda kami ngomel-ngomel terus ngehukum grup kami dan grup lainnya yang gak bisa tidur dengan disuruh berkeliling lapangan, kalau nggak salah ingat itu sekitar pukul 2 pagi! Besoknya, kami dibangunkan dan disuruh senam yang saya jabarkan sebagai SGJ (Senam GAK Jelas), masa iya ada senam dengan gaya ballet sama gaya nenek-nenek lagi nyapu? Setelah senam SGJ, kami disuruh berbaris sesuai grup dan....hari pembullyan pun dimulai!
Sebenarnya bukan dibully gimana-gimana sih, tapi dikerjain habis-habisan. Jadi setiap grup digiring ke post-post yang diisi kakak senior yang siap untuk mengerjai kita. Mulai dari disuruh nebak buah apa, disuruh baris berbaris, nyanyi gak jelas, dsb. Kalau gak diikutin gak boleh lanjut ke post berikutnya dan itu berarti bencaaanaaaaa. Tapi untung banget muka pucat saya ternyata membawa keuntungan, gara-gara muka pucat saya kakak-kakak senior itu ngira saya sakit dan nyuruh saya balik ke sekolah deh uhuhuhu maafkan aku eaa ceman-ceman. Lanjut saat kelas 7 SMP, saya mulai mengalami syndrom yang biasa dialami para remaja yang puber, contohnya mulai genit-genitan (maksudnya dandan, pakai bando2 gitu), pdkt sama kakak kelas (waktu itu saya didekatin bukan sama kakak kelas tapi sama alumni) dan lain-lain. Juga ngalamin nasib yang biasa dialami para junior, dilabrak atau dimintai uang. Waktu kelas 7 sih saya nggak ngalamin hal yang begitu istimewa ya, tapi ada noh satu kenangan yang berbekas disalah satu sudut otak saya... bukan kenangan yang menyenangkan sebenarnya tapi kenangan yang menjengkelkan. Jadi dulu pas ulangan anak kelas 7 digabung dengan anak kelas 8. Pas tahu kalau saya harus sekelas sama senior saya bete berat, saya berkali-kali berdo'a supaya saya sebangku sama senior perempuan dan yang nggak galak. Do'a saya terkabul sih, saya duduk sama senior cewek yang pendiam tapi masalahnya senior yang duduk didepan dan belakang saya itu senior cowok yang nyebelin. Senior yang duduk didepan saya kira orangnya baik, eh tau-tau pas dia noleh kebelakang dan mau minjam penghapus saya dia malah megang tangan saya terus pakai acara ngelus-ngelus segala lagi, gimana gak bete? Sudah begitu senior cowok yang dibelakang saya cerewet banget, nanya-nanya mulu kayak petugas sensus. Semenjak kejadian itu dia dan teman-temannya jadi suka ngegodain saya, ngebuat saya jadi males istirahat diruang ulangan, buat saya jadi males buat ngelewatin area kelas 8 -_-
Cusss pindah ke kenangan waktu saya naik kekelas 8. Saat itu kelas 8 dibedakan menjadi 5 status (?). Kelas A, adalah kelas yang anak-anaknya pintar atau...punya nilai-nilai yang tinggi. Kelas B, sama seperti kelas A tapi diposisi kedua, kelas C berisi anak yang lumayan pintar atau...punya nilai yang lumayan, kelas D sama seperti kelas C, dan kelas E yang berisi anak yang...rata-rata saja hehehe. Saya sendiri masuk ke kelas A, tentu saja saya senang dan bangga. Apalagi anak-anak dikelas A isinya baik-baik, senang deh saya waktu kelas 8. Anak kelas A itu dikenal kompak banget, dihukum satu dihukum semua, nyontek satu nyontek semua hahaha sudah begitu kelas kami ini dinobatkan sebagai kelas paling bersih rapi dan indah pokoknya kelas 8 A the best lah, banyak banget kenangan manis sama sahabat-sahabat disana. Berantem, ketawa bareng, saking banyaknya saya sampai bingung mau cerita yang mana, I LOPE YOU PULL DEH GUYS! Dan waktu jadi anak kelas 8 saya merasa aneh, kenapa? waktu saya jadi junior, kakak senior saya galak-galak, tapi pas mereka sudah pada lulus sepertinya taring para senior sudah tak tajam seperti dulu, ini dilihat dari sikap junior saya yang nyebelin dan kecentilan. Pingin saya garuk pakai garpu *eh*
Kenangan selanjutnya adalah kenangan waktu kelas 9, kakak tertua, senior yang harus dihormati, gak hormat berarti mati...nggak saya cuma bercanda kok, soal matinya ya. Tapi soal dihormati itu benar loh! ceritanya saya iseng masuk sekolah lewat belakang, lewat area kelas 7, nah dilorong kelas itu lagi banyak ngumpul junior-junior saya yang cewek. Tau tuh anak-anak masih pagi udah pada nge gosip saja, pas saya lewat mereka diam lalu secara tiba-tiba mereka bilang "selamat pagi kak..." saya sih cuma ngangguk dan langsung jalan saja, dalam hati mah saya bilang GOOD JOB JUNIOR. Norak ya? iya soalnya baru kali itu lho saya dihormatin sama junior, dulu pas kelas 8 junior saya pada sok makanya saya jadi malas dekat-dekat sama mereka. Kalau dipikir-pikir masa SMP saya nggak kayak yang ditipi-tipi, yang pacaran sana sini sama cowo, saya adalah tipe siswi SMP yang lebih memilih menghabiskan masa SMP dengan berteman dan belajar. Membosankan? mungkin kalau kalian tipe anak-anak gaul pasti bilang kalau kenangan masa SMP saya itu boring tapi saya sangat menyukai masa SMP saya :) 



-bersambung- 

Selasa, 10 Desember 2013

SINOPSIS DAN MY REVIEW: Crash Into You - aliaZalea

Holla! Selamat pagi~
Pagi ini ditemani sepiring sate dan nasi saya kembali mengepost tentang sinopsis novel kesukaan saya. Kalau boleh curcol sedikit, novel ini saya dapetin dengan penuh perjuangan dan air mata. kenapa?. Sebenarnya dulu waktu pertama kali ngelihat novel ini digramedia saya tidak begitu tertarik, apalagi pas baca sinopsisnya, apalagi lihat covernya, apalagi ngelihat harganya. Jadi waktu itu saya hanya membaca sinopsisnya kemudian melenggang pergi dan membeli buku yang lain. Kejadian itu sekitar tahun 2011 atau semacamnya. Tentu saja "Don't judge a book by the cover" bisa disebut juga KARMA menimpa saya, tau-tau saja saya kepingin banget beli novel ini! Dicari lagi ke toko buku GAK ADA, tanya mbak-mbak gramed juga bilang STOKNYA KOSONG. What the zoo??? saya panik, dan orang kalau udah panik biasanya jadi "dodol". Saya kemudian mencari novel itu dalam bentuk pdf tapi hasilnya nihil, dan saya harus puas dengan hanya membaca seuprit-uprit cerita itu di google books. Akhirnya otak saya kembali berfungsi normal lagi, dan terlintaslah pertanyaan ini, kenapa saya nggak mesen online saja? benar! 
Tapi malang tak bisa ditolak, saat itu saya memesan novel Crash Into you dan satu novel karya lexie xu disalah satu tempat penjualan buku online, saya sudah transfer uangnya dan seminggu kemudian saya dapat e-mail dari admin toko itu yang berbunyi "Maaf buku yang anda pesan sedang tidak ada stok". Kemudian saya menangis, bukan karena uangnya, tapi karena saya gagal LAGI mendapatkan novel itu. Kenapa begitu lebay? ya karena saya memang lebay hahaha *plakkk*. Kenapa nggak cari di toko buku lain? yang saya tahu gramedia di pontianak itu cuma satu jadi.... *kembali menangis*
Tapi terima kasih untuk seorang teman yang memberi tahu saya salah satu tempat penyewaan buku di pontianak. Dari tempat itulah saya menemukan novel ini berserta novel lain yang sudah tidak dicetak ulang atau stok dari jakarta sudah habis *buang ingus*. Begitulah perjuangan saya melawan negara api dan langsung saja mari kita cekedot dot dooooot!











SINOPSIS: 

Hanya ada satu orang yang paling dibenci Nadia di dunia ini, seorang anak laki-laki bernama Kafka. Cowok jail itu tidak bisa berhenti mengisenginya setiap hari, enam hari dalam seminggu, selama hampir dua tahun. Terakhir kali Nadia bertemu dengannya adalah sekitar dua puluh tahun yang lalu ketika mereka sama-sama masih mengenakan seragam putih-merah. Semenjak itu Nadia berjanji untuk tidak akan pernah lagi sudi bertatap muka dengannya.

Tetapi ketika suatu pagi, di usia dewasanya, Nadia terbangun dengan hanya mengenakan pakaian dalam di kamar hotel Kafka, dia harus mengevaluasi ulang pendapatnya tentang laki-laki satu ini. Kafka bukan saja kelihatan superhot, tetapi Nadia secuil pun tak pernah membayangkan bagaimana cowok iseng dan jail itu kini bisa menjadi dokter jantung ternama yang menangani ayahnya.




MY REVIEW: 

Pernah punya musuh waktu masih SD? hahaha kalau saya pribadi sih punya. Bermusuhan sama teman-teman yang cewek bahkan teman yang cowok. Kalian tau gak kenapa anak cowok suka usil sama anak cewek? Konon katanya sih anak cowok usil itu karena dia suka sama si anak perempuan, makanya dijahilin mulu sampe nangis!
Nah si Nadia ini punya pengalaman seperti itu. Kafka, anak laki-laki yang usil, sering ganggu nadia, manggil dia nad-nad, mengejek-ngejek nadia, berhasil membuat kehidupan SD Nadia gelap gempita. Bagaimana tidak, Kafka berani-beraninya menghina boyband kesukaan Nadia, dan mencium Nadia (dipipi) tapi malah bilang keteman-temannya bahwa Nadia lah yang menciumnya. Nadia tentu saja menjadi benci padanya dan dendam itu terbawa sampai Nadia pindah ke jakarta.
Saat sedang merayakan pesta kecil-kecilan dengan sahabatnya dibali,  Nadia, yang sudah menjadi wanita dewasa, mabuk dan terbangun disebuah kamar hotel yang bukan miliknya. Apalagi dengan tubuhnya yang hanya terdapat pakaian dalam saja membuatnya tambah bingung. Seakan belum cukup ternyata pemilik dari kamar itu adalah laki-laki  superhot nan tampan bernama Kafka! Kafka si musuh bebuyutannya waktu SD itu! Nadia yang ogah berurusan lagi dengan kafka jelas mati-matian berusaha menghindar dari Kafka selama mereka dibali, mulai dari menolak ajakan Kafka buat dinner, jalan-jalan, dan ngehindarin dia pas mereka ketemu dibandara. Selama menghindar itu Nadia kembali teringat masa-masa SD nya dengan kafka tapi sayangnya saat Nadia menanyakan hal itu si Kafka ternyata tidak ingat.
Jodoh gak bakal kemana-mana, meskipun Nadia sukses menghindar dari Kafka saat mereka lagi di bali tapi sekarang di jakarta Nadia tidak lagi bisa menghindar. Nadia yang menemani ayahnya berobat kerumah sakit bertemu lagi dengan Kafka yang ternyata seorang dokter. Nadia berpikir mustahil Kafka yang nakal dan tidak pernah mendapat prestasi apapun waktu mereka SD itu bisa menjadi dokter, sedangkan Kafka berpikir bahwa ini kesempatannya lagi untuk meminta maaf pada Nadia tentang masa lalu mereka. Hubungan kucing dan anjing pun dimulai, Nadia bertekad untuk tidak memedulikan Kafka lagi sementara kafka bertekad untuk mendekatinya hingga suatu hari mereka berdua berciuman dengan begitu mesra disalah satu kamar pasien.
Nadia mulai merasa ada benih-benih cinta yang tumbuh dihatinya (elaaaah), ia pun curhat kepada sahabat-sahabatnya. Sahabat-sahabatnya berpikir bahwa Kafka naksir padanya, menurut salah satu sahabatnya laki-laki itu sudah menyukai Nadia sejak mereka masih SD makanya laki-laki itu senang mengganggunya (hening sejenak...). Nadia yang penasaran karena ucapan sahabat-sahabatnya itu akhirnya menelepon Kafka, tapi sayang saat dia menelepon Kafka laki-laki itu ternyata sedang tidur bersama wanita lain (menurut si Nadia, padahal sebenarnya kafka...). Kontan saja Nadia merasa sedih dan dibohongi.
Meskipun begitu Nadia tetap berhubungan dengan Kafka, mereka tetap saling menggoda di SMS sampai akhirnya Kafka meminta bertemu dengan Nadia saat tahun baru yang dijawab wanita itu dengan sebuah syarat 'jangan ganggu hidupnya lagi'. Pertemuan mereka berlangsung panas dan mesra. Nadia terbang terbawa angan akan hubungan mereka, sedangkan Kafka memutuskan untuk menghilang dan tidak mengganggu Nadia sesuai keinginan wanita itu. Nadia yang bingung karena Kafka sama sekali tidak bisa dihubungi, dan menghindarinya begitu saja berpikir bahwa Kafka tidak menyukainya. Nadia patah hati akut, sebagai sahabat-sahabat Nadia yak tak tega melihat temannya seperti itu, Adri dkk pun menjodohkan Nadia dengan laki-laki lain. 
Hubungan laki-laki itu (saya lupa namanya) dan Nadia berlangsung lumayan sukses sampai akhirnya mereka bertemu Kafka di acara tempat club milik Kafka dan adiknya. Jadi bagaimana kelanjutan hubungan Kafka dan Nadia? Bagaimana cerita lengkapnya? Silahkan baca sendiri novelnya ya :) *ditimpuk iPad*


Novel ini kisahnya simpel saja tapi termasuk realistis. Kita setidaknya pernah diisengin sama anak cowok, bedanya entah anak itu naksir atau memang anak itu bocah nakal yang kepalanya minta dijitak! Kita juga pasti pernah menyukai seseorang di masa lalu dan berharap mungkin saja suatu saat akan bertemu kembali, yaaa kali-kali saja berjodoh. Hubungan mereka yang tidak jelas juga bikin saya geregetan tiap baca buku itu, kurangnya mungkin moment mereka sebagai kekasih itu kurang banyak ya. Kafka mungkin bukan Male Lead favorit saya sepanjang series ini tapi Crash into you adalah salah satu novel yang paling suka saya reread jika saya sedang butuh hiburan



So:
4 from 5 Stars for this book

Rabu, 23 Oktober 2013

SINOPSIS DAN MY REVIEW: Scandal in spring - Lisa Kleypas

Hollo Hello My dear fellow~
Hari ini hari rabu dan di KaEpCi lagi ada diskon 50% saya mau ngereview novel Lisa Kleypas (My favorite author *smile*). Sudah lama nggak ngereview novel dan sudah lama juga nggak baca ini novel, Scandal in spring. Saya cuma baca buku ini SEKALI dan itu MINJAM lagi, makanya saya nulis review ini sambil ngelihat reviewan orang di Goodreads hehehehe *DiLemparTruk*. Yo wes mari kejedot eh cekedot ding~










Original cover, Matthew swift and Daisy Bowman



Cover versi Indonesia







SINOPSIS: 





"I want you to do everything you've ever imagined doing with me . . ." With those scandalous words, Daisy Bowman, the sole "Wallflower" yet to be married, seals her fate with the last man she ever expected to tempt her.
After spending three London seasons searching for a husband, Daisy Bowman's father has told her in no uncertain terms that she must find a husband. Now. And if Daisy can't snare an appropriate suitor, she will marry the man he chooses—the ruthless and aloof Matthew Swift.
Daisy is horrified. A Bowman never admits defeat, and she decides to do whatever it takes to marry someone . . . anyone . . . other than Matthew. But she doesn't count on Matthew's unexpected charm . . . or the blazing sensuality that soon flares beyond both their control. And Daisy discovers that the man she has always hated just might turn out to be the man of her dreams.
But right at the moment of sweet surrender, a scandalous secret is uncovered . . . one that could destroy both Matthew and a love more passionate and irresistible than Daisy's wildest fantasies.



Akhirnya tiba giliran Daisy Bowman, wallflower terakhir, untuk mencari calon suami. Setelah menjalani tiga season tanpa menggaet bangsawan seorang pun, akhirnya Daisy diberi ultimatum oleh ayahnya untuk segera mendapatkan calon suami. Kalau tidak, dalam jangka waktu dua bulan ia akan dinikahkan dengan Matthew Swift, pegawai kepercayaan ayahnya.

Daisy benar-benar shock membayangkan dirinya menikah dengan pria kurus yang angkuh dan sok tahu itu. Namun, ia tak memperhitungkan bahwa dengan berlalunya waktu, pria itu telah berubah menjadi pria yang sangat memesona dengan sensualitas memabukkan. Dengan cepat Daisy menyadari pria yang selama ini ia benci ternyata menjadi pria yang ia impikan.

Namun, Matthew ternyata menyimpan masa lalu kelam, yang tak berani ia ungkapkan kepada siapa pun. Meskipun demikian, Daisy tetap bersedia menerima Matthew berikut masa lalunya. Tepat di tengah kebahagiaan mereka, rahasia kelam itu terungkap dan mengancam menghancurkan Matthew serta jalinan cintanya dengan Daisy...







MY REVIEW: 



Terlalu pemilih bisa buat orang susah dapat pasangan. Contoh kasusnya ya saya, saya mau nya cowok tampan, baik hati, pintar, cool, tipe-tipe cowok yang ada di novel remaja lah. Nah karena pemilih itulah saya jadi susah dapet pacar, yang ini nggak sreg, yang itu nggak sreg. Kasus ini bukan cuma saya yang alami kan? mungkin kalian juga? dan tokoh utama novel ini juga begitu. Daisy bowman, adik dari Lillian, adalah gadis ceria, tukang baca novel (sama kayak saya) dan pemilih, tentu saja wanita-wanita yang suka baca novel tipe pria nya yah seperti tokoh di novel yang mereka baca (ehehe pisss -_-V). Karena dia "Wallflower" terakhir yang belum menikah, dia akhirnya diberi ultimatum oleh ayahnya, kalau sampai Daisy tidak mendapatkan suami ayahnya akan menikahkan nya dengan seseorang. Orang itu adalah Matthew swift, orang kepercayaan ayah Daisy dan orang yang Daisy anggap "kurang menarik". Daisy tadinya sempat berpikir untuk memilih Cam (pas baca Devil in winter, saya sempat mengira Cam bakalan jadi pasangannya Daisy, ternyata...), tapi kakaknya menolak. Daisy pun menjadi bingung dengan siapa dia akan menikah. Saat sedang berjalan-jalan ke sumur harapan dia pun bertemu dengan laki-laki itu.
Matthew swift, yang telah mengetahui bahwa Ayah Daisy memberi ultimatum putrinya untuk menikah, memutuskan bahwa ini peluang besar untuknya. Matthew ternyata sudah bertahun-tahun mengagumi Daisy, Matthew memang tidak sekuasa Mr.Hunt atau Lord Westcliff tapi dia memiliki dan mendapatkan rasa hormat dari orang lain.
Daisy tampak tidak tertarik dengan Matthew tapi tentu saja dia tidak bisa menolak pesona pria itu. Saling tarik menarik, saling menjauh, saling menggoda membuat hubungan mereka berkembang menjadi sesuatu yang lebih. Merekapun mulai merasa cinta yang mereka rasakan benar-benar dalam. Dan disaat cinta sedang bersemi-seminya rahasia Matthew yang kelam pun terkuak. Apakah rahasia tersebut? Apakah hubungan mereka akan berakhir bahagia? Silahkan baca selengkapnya di novelnya ya~ (Padahal saya lupa ceritanya makanya reviewnya nggak panjang-panjang lalalala)
Oh iya novel ini berlokasi di Westcliff estat, jadi disini kita bisa mengikuti kelahiran anak pertama Lillian, dan fakta bahwa Evie (Istri Lord St.Vincent) sedang hamil. Sebenarnya ini bukan seri terakhir Wallflower, tapi masih ada A Wallflower Christmas, dan saya belom baca---siapapun pinjemin kek! *plakk* Selanjutnya saya akan mereview seri kesukaan saya, masih dari penulis kesukaan, Lisa Kleypas "THE HATHAWAY SERIES"!!! yesssss :)) 
Novel ini menurut saya bagus, walaupun entah kenapa nggak begitu ngena dihati seperti yang lainnya. Mungkin karena si tokoh utama Daisy, sempat tertarik dengan Cam, sedangkan Cam itu milikku *dilempar uang receh*. Pas selesai baca novel ini sayapun berpikir, teralu pemilih itu selain susah dapat jodoh juga sangat membutakan. Membutakan? ya, karena terlalu pemilih kita jadi 'buta' nggak bisa melihat bahwa ada seseorang yang mencintaimu dengan tulus walaupun dia bukan tipemu.




So:
4 From 5 Stars for this book