Selasa, 16 Juli 2024

SINOPSIS DAN MY REVIEW: ANAK BAND • STEPHANIE ZEN

Selamat siang semuaaaa~
Apa kabar kalian? Semoga dalam keadaan yang baik, sehat dan bahagia ya ♡ 
Siang ini saya gak tau mau ngapain jadi iseng aja pengen ngeposting sesuatu di blog. Sesuai judul, saya mau review novel teenlit jadul (lagi) yang berjudul ANAK BAND karya STEPHANIE ZEN. Beliau salah satu penulis novel yang aktif dan punya cerita beragam, saya sendiri punya beberapa bukunya dan pernah juga baca bukunya yang lain di ipusnas. Nah yang kali ini saya mau bahas adalah novel yang dirilis di januari tahun 2006. Wah lama banget ya? Tahun segitu saya masih anak SMP yang masih penasaran sama yang namanya cinta, bagaimana dengan kalian? Eeeiiiiiitttt gak boleh salah fokus! Tujuan postingan ini kan buat bahas buku ya hahaha
Yuk deh kita cekedot kayak apa sih novel ANAK BAND ini...








                 (Foto dari dokumentasi pribadi)







SINOPSIS:

Kalau ada award untuk fans anak band terheboh, mungkin Amanda bakal menang. Soalnya dia cinta mati sama Hugo, vokalis band eXisT, yang memang cakep abis! Saking cintanya, dia nggak pernah ketinggalan berita soal eXisT di forum eXisTeRs. Gara-gara ikutan di forum itu, Amanda bisa kenal Thessa. eXisTeRs yang gak kalah heboh. Tapi, pas mereka ketemu face to face sama sang idola, kok sifat Hugo nggak seperti yang mereka bayangkan ya?

Amanda kecewa berat dan berjanji nggak mau dekat-dekat sama anak band lagi. Sayangnya, tiba-tiba ada godaan. Teman Thessa, David, ikut kompetisi The Real Band di TV dan sering kirim SMS ke Amanda. Amanda bingung! David kan baik, mana cakep lagi! Dan kelihatannya cowok itu suka sama dia! Aduh, terus gimana dong? Nggak semua anak band punya sifat jelek seperti Hugo kan? Atau... memang iya?








MY REVIEW:


Kalian yang masa remajanya ada di sekitar tahun 2000an pasti tahu bahwa ada acara pencarian grup band di salah satu stasiun tv yang sekarang sudah berubah nama. Dari ajang itu terbit lah beberapa band yang sampai sekarang masih ada yang exist. Nah si penulis ini terinspirasi dari acara tersebut, hal itu ditulisnya di bagian, Profil sTepHz, di belakang buku.

Tokoh utama perempuan kita ini tinggal di Jawa Timur, bernama Amanda, nama panjangnya Amanda Giselle Sudiro. Tapi dia tidak ada hubungannya sama artis yang itu ya, Sudiro itu diambil dari nama ayahnya Hermawan Sudiro yang diceritakan sebagai pejabat yang benci banget sama koruptor. Jadi Amanda ini anak pejabat TOP banget dan kaya raya gitu deh aduh jadi iri..... *plakkk* Amanda ini, selayaknya anak remaja pada umumnya, sedang tergila-gila sama satu band atau lebih tepatnya sama sang vokalis yang ganteng dan kece abiez (padahal kece kan artinya cakep juga kan yak?) yang bernama Hugo.

Suatu hari Amanda berkenalan sama salah satu fans yang kadar gilanya setara seperti dirinya. Cewek itu bernama Thessa, mahasiswi. Mereka berdua membuat janji ketemuan di sebuah acara pensi SMA yang akan dimeriahkan oleh band eXisT, yaaa kapan lagi bisa ketemu sama bintang idola, kali aja kan nanti bisa foto bareng. Mungkin itulah yang ada dipikiran Thessa saat itu, tapi Amanda sendiri sebenarnya juga gak kepikiran bagaimana cara bisa ketemu face to face sama sang idola. Thessa sepertinya tipe cewek yang nekat. Jadi di hari acara pensi itu tiba Thessa menyeret Amanda untuk pergi ke belakang panggung! Tapi kan area backstage itu gak sembarangan orang bisa masuk... tapi dua cewek itu nekat aja terobos masuk sampai ke ruangan ganti artis. Dan disana lah akhirnya mereka tertampar kenyataan bahwa selebriti itu hanyalah manusia biasa, image yang mereka tampilkan di depan umum bisa jadi hanya tipuan semata. 

Thessa kecewa, Amanda juga kecewa tapi dia gak semarah Thessa yang sampai memutuskan untuk gak jadi eXisTeRs (nama fanbase band eXisT) lagi. Lama kemudian Thessa menghilang dari forum fanbase, hingga suatu hari dia muncul kembali memposting sebuat utas yang meminta orang-orang untuk memberikan votenya kepada band Revans. Band Revans itu ternyata berisi teman-teman Thessa yang sedang mengikuti kompetisi band di jakarta. Amanda gak habis pikir melihat Thessa berani banget minta dukungan untuk band lain di fanbase band terkenal, tentu saja tidak ada yang merespon postingan Thessa, hal itu membuat Amanda tidak enak hati dan memberikan vote lewat SMS yang saat itu berbayar. Gak masalah sih buat Amanda toh dia anak dari crazy rich jatim kalau sesuai anggapan people jaman now ya *lol* 

Selain memberikan sms dukungan, Amanda juga basa basi sama Thessa pas dia gak nonton acara The Real Band di TV sampai habis. Amanda nulis di SMSnya kalau vokalisnya Revans tuh... boleh juga (ku tak pandai berdusta jujur saja kau boleh jugaaaaa~~~~ plakkk) Gawatnya nih si Thessa malah ngomong langsung ke David, vokalisnya Revans, jadilah cowok itu penasaran sama teman Thessa yang sudah gila-gilaan mendukung bandnya dan mengatakan kalau dia itu boleh juga.

Mulai lah si David mendekati Amanda melalui.... SMS nyasar wkwkwk. Awalnya Amanda risih kayak "siapa sih nih orang... main SMS aja, mana genit pula" iya genit. SMS yang dikirimkan sama David kayak flirty banget tapi gak yang melecehkan gitu, kalian akan ngerti kalau udah baca interaksi mereka. Dan siap-siap aja kalian akan kesal sama kedua tokoh kita ini. Karena dari saling SMSan itu mereka jadi dekat meski belum pernah bertemu secara langsung. Remaja cewek mana sih yang gak baper kalau didekatin cowok yang keren dan nantinya bakal jadi selebritis terkenal? Amanda tentu saja terbawa perasaan sampai suatu ketika terkuak kenyataan bahwa David selama ini sudah punya pacar! Dan mereka itu berpacaran bukan hanya 8 bulan atau satu tahun tapi DELAPAN TAHUN. David sudah punya pacar dari jaman dia masih gak ada apa-apanya tapi sekarang malah mendekati cewek lain. Dan begoknya lagi Amanda, dengan dalih cinta, menerima untuk jadi pacar kedua David! 

Gila rumit sekali percintaan anak SMA ini ckckck, terus gimana dong lanjutannya? Mending kalian baca sendiri bukunya gaes biar gak penasaran hohoho tapi kalau mau saya spoiler-in silahkan lanjutkan membaca postingan ini...

Meski sempat menjadi sephia, Amanda ternyata masih mempunyai hati nurani dan akal yang bijak. Jadi dia memutuskan David yang saat itu juga telah diputuskan sama pacar 8 tahunnya (SYUKURIN LU DASAR BUAYA DARAT) intinya Amanda akhirnya terbebas dari cinta terlarang dan menemukan tambatan hati yang baru. Kali ini cowoknya anak band atau orang biasa ya??? 

Novel ini saya suka karena ceritanya ringan saja, soalnya saya tidak begitu suka cerita yang berat seperti Laut bercerita, Cantik itu luka dll. Tidak suka ya bukan berarti benci loh. Karena memang tujuan saya membaca buku itu untuk membuat diri saya bahagia. Cerita remeh remaja yang mirip cerita FTV begini bisa membuat saya bahagia. Aneh memang tapi itu lah preferensi masing-masing orang ♡ 

Novel ini ceritanya ngalir gitu aja, meski antara realistis dan tidak. Realistis karena, sejatinya artis yang kita lihat di TV itu sebenarnya hanya 10% saja yang kita ketahui kebenarannya. Sisanya bisa jadi palsu. Palsu yang dibuat seakan nyata. Jadi baiknya sebagai penggemar, janganlah terlalu mencintai mereka (selebriti, idola) mereka juga manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan. Dan untuk kalian yang punya pasangan, pasangan yang telah menemani kalian dari jaman susah sampai ke tahap kesuksesan, jangan melupakan orang tersebut. Jangan bersikap egois yang hanya ingin menyenangkan diri sendiri tapi melukai orang lain, akhirnya tidak akan bahagia loh, kamu malah akan hidup dalam penyesalan seperti apa yang dialami David. 



MY RATE:

★★★☆☆

Sabtu, 13 Juli 2024

SINOPSIS DAN MY REVIEW: DIA TANPA AKU • ESTI KINASIH

           Hallo gaeeeesss~ akhirnya setelah sekian ratus hari, saya kembali menulis di blog lagi. Kali ini saya membuat postingan tentang review saya mengenai salah satu buku fiksi remaja terbitan Gramedia Pustaka Utama alias teenlit nya GPU *yuhuuuu*

Buat adek-adek remaja yang suka baca buku romansa tapi ingin bacaannya ringan-ringan saja, kalian bisa baca buku jenis teenlit. Di buku jenis itu gak ada adegan dewasa yang belum patut untuk kalian baca hehe
Salah satu pengarang novel teenlit legendaris adalah Esti Kinasih. Beliau juga salah satu penulis novel favorit saya. Karya beliau sangat berkesan bagi saya, karena buku-bukunya yang telah menemani masa remaja saya. Maka dari itu di blog ini saya terus mereview karya beliau, contohnya hari ini saya mau bikin review tentang buku beliau yang ceritanya agak lain dari buku-buku sebelumnya. Mari kita check it out ♡ 













                 (Foto dari dokumentasi pribadi) 





SINOPSIS:



Ronald, cowok kelas 2 SMA, sudah lama naksir Citra yang masih kelas 3 SMP. Tapi Ronald belum mau PDKT. Ia menunggu sampai Citra masuk SMA, karena itu ia hanya bisa mengamati Citra dari jauh,

Saat yang ditunggu Ronald selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Citra masuk SMA! Namun Ronald kecewa karena ternyata Citra masuk SMA yang sama dengan adiknya, Reinald, dan sekelas pula. Namun, keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak pernah terwujud. Cowok itu kecelakaan dan tewas di tempat, tidak jauh dari rumah Citra.

Reinald menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan keinginannya untuk menyalahkan Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu menjadi penuh permusuhan. Keduanya kemudian kerap bertengkar tanpa Citra tahu pasti alasan sebenarnya.

Sikap Reinald berubah drastis ketika Citra memutuskan untuk tidak lagi mengacuhkannya. Kini Reinald berada di posisi yang sama seperti Ronald dulu. Perubahan sikap Reinald itu tanpa sadar mendekatkan Keduanya. Dan akhirnya Reinald tidak lagi ingin menjaga Citra demi almarhum kakaknya.

"Gue suka cewek lo," ucap Reinald suatu hari di depan foto Ronald. Dan itu membuat sang kakak kemudian "kembali"! 







MY REVIEW:



Kalau kalian pernah baca novel Cewek dan still karya Esti Kinasih kalian pasti pernah baca bagian si teman male lead ingin "menjaga" female lead. Bingung? Sama, saya juga bingung mau menjelaskannya bagaimana *lol* 
Contohnya begini, saat Bima putus dari Fani, Bima sedang dalam keadaan galau berat. Melihat sahabatnya galau, Rei berinisiatif untuk menjaga Fani demi Bima. Saya sebenarnya bingung maksud menjaga disini seperti apa. Menjaga agar Fani tidak kenapa-kenapa atau menjaga Fani agar tidak direbut cowok lain? 

Nah si Reinald ini juga begitu, dia berniat untuk "menjaga" Citra demi almarhum kakak lelakinya... dengan cara yang cukup ekstrem...

Ronald, kakak Reinald, adalah anak remaja SMA pada umumnya. Suka baca komik, suka dengerin lagu rap western, bandel dalam artian wajar dan demen sama cewek manis dan imut bernama Citra. Lucunya Ronald ini gak mau langsung pdkt sama Citra karena cewek itu masih berseragam putih biru alias masih bocil (lah kalian berdua sama-sama masih dibawah umur cuy...) jadilah Ronald menunggu Citra. Cara menunggunya lebih mirip stalker sih, dengan cara memperhatikan dari jauh, memotret Citra dari jauh, menulis segala hal yang dia amati akan citra ke dalam sebuah buku (atau kertas), sampai mengantar Citra meski cewek itu gak tau sama sekali. Creepy enough? YES. Tapi selama cowoknya ganteng dan keren, dikuntit begitu gak masalah kali ya~ haha bercanda gaes yaaaa kecuali kalian pecinta pria red flag *lol* 

Saking demennya sama Citra, Ronald niat banget bikin agenda nembak pas Citra sudah pakai baju putih abu-abu. Perbedaan sekolah tidak jadi hambatan bagi Ronald, menurutnya apa yang dia lakukan selama ini sudah bisa memastikan dia mendapatkan Citra. Tapi benarkah demikian?

Saya mau bertanya, kalau kalian di posisi Citra. Datang seorang cowok dengan membawa bucket bunga dan mengatakan bahwa dia sudah lama naksir sama kamu dan ingin kamu menjadi pacarnya. Apakah akan langsung kalian terima? Kalau saya pribadi sih akan saya tolak ya, soalnya kan kita gak saling kenal, gak bisa dong tiba-tiba kamu datang menyatakan cinta begitu saja. Sebuah hubungan harus ada pengenalan yang mendalam, kalau asal menjalani takutnya bisa berakhir fatal...

Tapi Citra tidak sempat untuk memberi jawaban karena... Ronald keburu meninggal, tewas tetabrak saat cowok itu hendak menyebrang menuju rumah Citra, sang gadis pujaan. Tega memang mbak Esti ini, sudah bikin kita gemes sama karakter Ronald, bikin kita terharu sama perjuangannya yang segitu banget demi mengejar cewek pujaannya, eh malah langsung dimatiin... saya gak tega lihat betapa sedihnya Andika, sahabat Ronald, yang juga ikut mengantar Ronald menuju rumah Citra. Begitu juga Reinald sang adik beserta keluarganya. Tapi itulah alur ceritanya... kalau Ronald berhasil sampai ke rumah Citra berarti novelnya selesai sampai disitu dong? Atau judulnya jadi beda? 

Wajar banget kalau Reinald marah sama Citra, selain karena kakaknya meninggal saat mau jalan ke rumah cewek itu, Citra sendiri tidak datang ke acara pemakaman Ronald. Tapi wajar juga gak sih kalau Citra gak mau datang? karena dia takut dan juga gak kenal Ronald ataupun Reinald meski mereka berdua teman satu kelas?
Karena itulah amarah Reinald semakin besar dia bertekat untuk bikin hidup Citra gak tenang. Bukan pakai jalan mistis kok tapi dengan cara yang kekanankan seperti, gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba Reinald komentarin Citra yang kerjain pr di sekolah "Pr tuh dikerjain di rumah bukan di sekolah" bener banget deh Pak Reinald tapi rasanya gak seru kalau kerjain PR di rumah, gak ada tantangannya wkwk. Atau tiba-tiba ngelepasin ikat rambut Citra yang asal-asalan terus diikatnya kembali dengan rapi. Nyebelin kan? Iya nyebelin. Kayak gak bisa apa ya kalian komunikasi selayaknya manusia pada umumnya? Tapi kalau Reinald langsung to the point membicarakan tentang kakaknya ya novelnya langsung selesai dong...

Segala tingkah nyebelin Reinald ini akhirnya berhenti saat Citra berusaha menahan sabar dan bersikap cuek padanya. Perilaku Citra tersebut membuat Reinald merasa dirinya berada di posisi Ronald. Hal itu membuatnya panik. Entah kenapa... saya pikir mungkin sebenarnya dia sudah merasakan ketertarikan sama Citra dan ingin Citra melihatnya. Dan dewi keberuntungan sepertinya berada di pihak Reinald, karena sebuah insiden yang ditakutkan para cewek membuat dia bisa dekat dengan Citra. Mereka berdua pun berubah dari enemy menjadi soon to be lover. Iya masih menunggu karena hal mistis tiba-tiba terjadi! Suatu malam Reinald berdiri di depan foto sang kakak dan bilang kalau dia naksir Citra "boleh gak dia... buat gue?" Pinta Reinald. Arwah Ronald sepertinya marah, karena Reinald tiba-tiba bernasib sial. Ngerinya Citra bahkan sampai ketemu Ronald meski cewek itu tidak menyadarinya. Tapi tenang ceritanya gak semistis itu kok, yaaaa penampakannya masih light jumpscare lah gak tiba-tiba kamu lihat sosok Ronald yang berdarah-darah berdiri di luar jendela hiiiiiiiiiiiii~

Terus gimana akhirnya? Citra dibawa Ronald ke alam baka? Ya maunya Ronald mungkin begitu tapikan ini genre teenlit romance ya bukan teenlit horor jadi dia terjebak genre hahahaha tapi seriusan deh waktu itu saya pernah baca fanfic yang Citranya meninggal terus akhirnya bersama Ronald lol

Menurut saya novel ini ceritanya menarik, daripada takut saya lebih ke sedih. Saya pikir kalau saya jadi Ronald, saya juga gak langsung begitu saja bisa setuju adik saya pacaran sama orang yang sudah saya suka dari lama. Tiap baca buku ini rasanya cuaca lagi mendung, serasa di dompet tinggal seratus perak dan saldo di bank sisa 3000 rupiah wkwkwk
Saya selalu suka dengan cara mbak Esti bercerita, novel teenlit jaman sekarang kayak gak ada yang bisa menyaingi novel teenlit era 2000an. Meski ada beberapa buku yang bagus tapi menurut saya yang paling the best tetaplah yang jaman dulu. Mungkin karena lebih relate sama kehidupan saya jaman itu hahaha

Saya merekomendasikan untuk kalian baca novel ini, karena di novel ini selain cerita cinta anak SMA ada cerita tentang persahabatan, tentang keluarga, tentang persaudaraan, tentang masa remaja yang selalu punya segudang kenangan yang akan kita ingat di masa tua


MY RATE

★★★★☆

Mamah dan Aa??? Curhat dong~

                         (gambar dari dokumentasi pribadi)



             Seorang petapa bijak pernah mengatakan "jangan pernah percaya omongan orang berzodiak Gemini"
Tentu saja di era sekarang yang sudah modern, meski beberapa orang masih punya pemikiran yang kolot, percaya sama zodiak itu sudah bukan jamannya. Saya sendiri berpikir demikian tapi kenyataannya mau tidak mau, percaya atau tidak, kepribadian kita bisa sesuai dengan apa yang diramalkan oleh zodiak tersebut.

Siapa yang waktu itu bilang mau bikin review buku dan bakal posting sesuatu di blog? (Saya) 
Lihat sudah berapa lama blog ini kembali dianggurkan? (Maaf)

Tapi wahai para peselancar dunia maya, yang tersesat di blog ini, maafkan lah saya yang suka tidak konsisten ini. Karena ada alasan dibalik ketidak tepatan dalam menepati janji ini.

Alasan yang klasik, saya malas ngeblog lagi karena ada banyak hal yang terjadi dalam tiga tahun belakangan. Dimulai dari nenek yang sakit dan meninggal dunia, sampai ke saya yang sekarang sedang berjuang melawan penyakit hipertensi dan diabetes. Di usia yang tepat 30 tahun saya merasa bahwa hidup ini sangat aneh. Mungkin karena saya telah membuat masa muda saya terbuang sia-sia.

Tadi sore saya iseng stalking media sosial teman-teman SMP dan SMA, banyak dari mereka yang sukses dan sudah berkeluarga. Tentu saya merasa senang dan juga iri, karena saya belum ada di tahap mereka padahal kami semua seumuran. Dan tentu tidak ada yang bisa disalahkan selain diri saya sendiri "kenapa saya tidak begini, kenapa saya tidak begitu?"

Lucu karena dulu saat sekolah saya termasuk ke kelompok "siswi yang pintar" meski tentu saja saya tidak merasa pintar. Sungguh saya ini tidak sepintar itu, menang olimpiade astronomi tingkat sekolah mungkin hanyalah sebuah keberuntungan. Punya nilai sosiologi yang tinggi di antara semua teman-teman seangkatan juga sebuah kebetulan, ya kebetulan kalian semua pada malas berpikir makanya nilai sosiologi saya bisa lebih tinggi *nangis* 

Lucu karena siswi yang pintar ini tidak menjadi apa-apa. Tidak menjadi seorang mc yang sukses, tidak menjadi guru yang baik, tidak menjadi pejabat pemerintah yang jujur dan tidak menjadi seorang istri ataupun seorang ibu. Nobody. Kentang. Sampah. Beban. Sebut lah semua itu, saya akan mengiyakannya.

Tapi penyesalan selalu datang belakangan, kalau keawalan namanya pendaftaran. krikkrik... 

Seperti lirik sebuah lagu dangdut legendaris, menyesal pun tiada berguna~ biarkanlah musafir berlalu~ Seberapapun saya menyesal, seberapapun kuatnya harapan saya untuk bisa mengulang waktu saya tetap tidak bisa kembali ke masa lalu dan merubah jalan hidup saya. Yang ada hanya terus menjalani hidup ini dan mencoba untuk bertahan. 

Hanya saja ada harapan bahwa kelak adik-adik saya tidak melakukan kesalahan fatal seperti yang saya lakukan. Saya berharap mereka bisa sukses, bukan demi saya, tapi demi diri mereka sendiri. Agar mereka tidak merasakan sesal yang menyesakan dada, yang entah kapan rasa sesal yang sesak itu akan hilang.